Care to visit some of the most interesting places in Singapore? Well, help is here!
If you have limited time in Singapore, you would not want to plod along the streets not knowing where to go (trust me, its frustrating to do that - no matter where you go on holiday).
So this article will show you five of the most interesting places you that will find in this city state. Read on and find out more ...
1. The Singapore Zoo
The Singapore Zoo is among the most visited tourist destination in Asia. If travelling with kids, this is one of the must-visit spots on the island. The Singapore Zoo is been much acclaimed for its open landscape and spaciousness where in the animals live in enclosures simulating that of their natural habitat.
The zoo is filled with exotic animals like white tigers, polar bears, and Asian elephants etc. In addition, the Singapore Night Safari is one of Singapore’s premier tourist attractions. The Night Safari is the world’s first such attraction. Experience wildlife on a 45-minute tram ride or take one of the three Walking Trails to get a feel of the park in eight geographical zones covering forty hectares of forested park.
The sight of watching over one hundred different species of nocturnal animals (including leopards, lions and tigers) is simply amazing and something you will remember always.
2. Jurong Bird Park
If you're bored of seeing the numerous shopping malls and restaurants in Singapore, then try visiting the Singapore Jurong Bird Park. The Jurong Bird Park is the largest open-concept bird park in the Asia Pacific, with over 600 species of birds.
You can take a ride on the air-conditioned Panorail for a scintillating sight of the Park. You can also enjoy the fantastic Penguin Exhibit with an underwater viewing gallery, along with the world-clas All-Star Bird Show.
3. Sentosa
The island of Sentosa is just south of the main Singapore island. This place is another must-visit place as it contains Singapore's famous Sentosa beach resort. If you want to hang out on the beach and read a good book, there is no better place to do it than Sentosa beach.
There are also great hotels (e.g. the Rasa Sentosa) which provide top notch accommodation. You can also visit relics from the Second World War in Singapore, and go to the Underwater World where all sorts of interesting sea creatures reside.
4. The Singapore Botanic Gardens
Among the most interesting and most visited place in Singapore is the Singapore Botanic Gardens. The gardens are a lush and scenic park spread over 52 hectares of land right in the heart of the city.
The garden is accessible from the Holland road and Cluny Road, just off the western end of Orchard Road. The park is a great spot for people who want to enjoy time at a leisurely pace, go for a jog or set up a picnic spot. The Botanic Gardens are rather distinctive as they contain a whole variety of flora from differing climates.
5. Haw Par Villa
The 'Haw Par Villa', is an important tourist spot in Singapore. You can see all the different mythological and legends of the Chinese culture here. Moreover, you will be entertained by the dragon dances and other cultural shows. A dragon boat ride brings you through the ups and downs of the Chinese Hell.
Conclusion
Fun in Singapore never ends and there quite a few interesting places to enjoy. The above five places are but a few suggestions. Make sure you do your research before arriving in Singapore and find out which are the best places to visit during your stay. Happy travels!
Daftarkan email anda [ di sini ]































Kalau mau cari tempat yg sejuk di Bali, jalan2 ajah ke Bedugul. Salah satu tempat tertinggi di Bali dengan hamparan pegunungan dan danaunya yg sangat indah, yaitu Danau Beratan. Kalau dari daerah Kuta seh sekitar 2 jam drive. Lumayan jauh emang. Bedugul berada di desa Candikuning, Tabanan, merupakan perbatasan antara kab.Tabanan dgn kab.Buleleng. Suhu rata-rata di daerah Bedugul siang harinya berkisar 18-22 derajat Celcius. Yah lumayan dingin seh. Apalagi kalau pas lagi hujan dan angin, tambah dingiiinnn….









Didalamnya, terdapat pula petilasan mbah tapa angin yang konon dipercayai sebagai penemu pertama kawasan ini. Petilasan Mbah Tapa Angin ini berupa sebuah ceruk kecil mirip gua dengan bagian dalamnya sudah dilapisi dengan keramik putih. Bau dupa dan wangi bunga sesaji mendominasi ruangan ini, menghadirkan nuansa mistik yang tidak semua orang menyukainya. Nampaknya petilasan ini masih sering digunakan oleh penduduk sekitar atau pengunjung, untuk bersemedi atau "ngelap berkah".
Suatu sore, seperti biasanya Suta sedang berjalan-jalan di sekitar tempat pemandian atau disebut Taman Sari. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara jeritan wanita. Suta segera mencari arah jeritan tadi.
Pengasuh tersebut mengetahui perasaan sang putri. Dia juga merasa iba mendengar keadaan Suta yang sedang sakit di penjara. Maka pengasuh tersebut diam-diam menyelinap di penjara bawah tanah. Akhirnya ia berhasil membebaskan pemuda malang itu dan dibawanya ke suatu tempat. Di sana sang putri telah menunggu dengan seekor kuda.
Secara administratif dataran tinggi Dieng (Dieng Plateau) dengan ketinggian kurang lebih 2088 m DPL dengan suhu rata-rata 13-17 C, berada di lokasi wilayah kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, Propinsi Jawa Tengah. Dataran tinggi Dieng merupakan dataran yang terbentuk oleh kawah gunung berapi yang telah mati. Bentuk kawah jelas terlihat dari dataran yang terletak di tengah dengan dikelilingi oleh bukit-bukit. Sebelum menjadi dataran, area ini merupakan danau besar yang kini tinggal bekas-bekasnya berupa telaga. Bekas-bekas kawah pada saat ini, kadang-kadang masih menampakan aktivitas vulkanik, misalnya pada kawah Sikidang. Disamping itu juga aktivitas vulkanik, yang berupa gas / uap panas bumi dan dialirkan melalui pipa dengan diameter yang cukup besar, dan dipasang di permukaan tanah untuk menuju ke lokasi tertentu yang berada cukup jauh dari lokasi pemukiman penduduk dan dimanfaatkan untuk Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi. Dengan kondisi topografi, pemandangan alam yang indah dan situs-situs peninggalan purbakala yang berupa candi, sehingga dataran tinggi Dieng mempunyai potensi sebagai tempat rekreasi dan sekaligus obyek peninggalan sejarah yang menarik.
Nama candi tersebut tidak ada kaitannya dengan fungsi bangunan dan diperkirakan nama candi tersebut diberikan setelah bangunan candi tersebut ditinggalkan atau tidak digunakan lagi. Tokoh siapa yang membangun candi tersebut belum bisa dipastikan, dikarenakan informasi yang terdapat di 12 prasasti batu tidak ada satupun yang menyebutkan siapa tokoh yang membangun.
Dari prasasti batu yang ditemukan, menyebutkan angka tahun 731 saka (809 Masehi) dan 1210 Masehi, dari informasi ini dapat digunakan sebagai petunjuk bahwa tempat suci Agama Hindu digunakan kurang lebih 4 abad. Dari sisi arsitektur candi-candi di komplek agak berbeda dibandingkan dengan candi-candi umumnya di Pulau Jawa, terutama candi Bima. Bentuk bagian atas candi Bima merupakan perpaduan gaya arsitektur India Utara dan India Selatan. Gaya arsitek India Utara nampak pada bagian atas yang disebut dengan Sikhara, sedangkan arsitektur India Selatan terlihat adanya hiasan Kudu yaitu hiasan kepala-kepala dewa yang seolah melongok keluar dari bilik jendela.
















