Posisi Favorit Anda Ketika Melakukan Seks Bersama Istri Tercinta Anda?

LATEST HEADLINES:

Friday, November 28, 2008

Wisata Ke Pancuran Tiga dan Tujuh


Mitos di Pancuran Tiga dan Tujuh

Penyakit kulit, rematik, kegemukan, kadar kolesterol tinggi, dan darah kurang lancar bisa disembuhkan secara alamiah. Caranya, cukup berendam sekitar 15 menit di air panas yang mengandung belerang. Mitos inilah yang membuat obyek wisata air panas Pancuran Tiga dan Tujuh di Wanawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, ramai dikunjungi orang.

Mitos yang dipercaya banyak orang ini berawal dari cerita legenda yang mengiringinya. Terkenalnya khasiat pancuran bermula dari keinginan Syekh Maulana Maghribi mencari cahaya terang yang dilihatnya setelah sembahyang subuh. Dalam pencariannya, Syekh yang memimpin negara Rum itu mengajak sahabatnya bernama Haji Datuk berlayar hingga ke Pemalang.

Singkat cerita, kedua penyebar agama Islam ini menemukan cahaya terang yang dicari. Hanya saja, disertai dengan pertempuran untuk menaklukan cahaya yang tidak lain seorang pertapa sakti. Karena kalah, sang pertapa akhirnya memeluk Islam dan berjuluk Syekh Jambukarang. Syekh itu kemudian mengangkat Maulana Maghribi menjadi menantunya.

Setelah beranak lima, Maulana Maghribi berganti nama Mbah Atasangin dan bermukim di Bancarcahyana. Di tempat ini, Atasangin sakit budug di seluruh tubuh. Dari ilham yang didapat, penyakit itu bisa sembuh di Gunung Gora. Dengan ditemani Haji Datuk, Atasangin mencari obat penyembuh di seluruh pelosok gunung yang sekarang bernama Gunung Slamet.

Tiba di suatu tempat yang airnya beruap mengepul, Atasangin mandi sampai beberapa hari. Anehnya, penyakit yang dideritanya hilang. Kesembuhan inilah yang sekarang melegenda di pemandian air panas Pancuran Tiga dan Pancuran Tujuh.

Jumlah pengunjung kedua obyek ini tidak sama. Wisatawan Pancuran Tiga lebih banyak dibandingkan Pancuran Tujuh. Pasalnya, lokasi Pancuran Tiga lebih mudah dijangkau dengan berjalan kaki dari Lokawisata Baturraden daripada ke Pancuran Tujuh yang membutuhkan waktu sekitar satu jam berjalan kaki. Selain itu, lokasinya menjadi satu dengan Petilasan Mbah Tapa Angin.

Sebagai kontribusi pengembangan obyek wisata, setiap pengunjung di Pancuran Tiga dikenai tarif Rp 3.500. Sementara pengunjung Pancuran Tujuh harus membayar Rp 5.000 per orang.


sumber : kompas



Mau dapatkan artikel (berita/gambar/video), gossip & sensasi selebriti dan foto artis dari Gossip Blog SECARA PERCUMA / GRATIS setiap hari?
Daftarkan email anda [ di sini ]


Digg this









Baca Juga :



No comments:

Post a Comment

Search World Wide Web